Minggu, 09 Februari 2020

Hari Kanker Sedunia, Cegah Kanker Sedini Mungkin


sumber: beritasatu.com

Oleh: Syafriana Sitorus

Hai sobat catatanhijab.com, siapa yang sudah pernah melihat foto diatas?
Dia adalah salah satu anak yang menderita kanker. 
Kata “kanker” tidak asing lagi didengar akhir-akhir ini. Banyak kematian yang terjadi disebabkan oleh penyakit ini. Dulunya, penyakit ini terasa sangat “menyeramkan” dan jarang terjadi. Penyakit ini juga dialami oleh tokoh dan public figure Indonesia yang telah meninggal dunia seperti Almh.Ibu Ainun Habibie (Kanker Ovarium), Almh. Ibu Ani Yudhyono (Kanker Darah), Alm. Ustadz Arifin Ilham (Kanker Kelenjar Getah Bening), Almh. Yulia Perez (Kanker Serviks). dan lainnya.

Lalu, bagaimana sebenarnya gambaran kasus ini di Dunia dan Indonesia? dan langkah-langkah apa saja yang bisa kita lakukan?

Sumber: WHO
World Helath Organization (WHO) mempublikasikan (https://www.who.int/health-topics/cancer) bahwa 1 dari 6 kematian diakibatkan kanker. 18,1% kasus kanker/tahun, 9,6 juta kematian kanker/tahun. Sementara kasus kanker pada anak, hanya 80% bisa bertahan (negara maju) dan 20% bisa bertahan (negara berkembang).  

Kanker adalah penyebab utama kedua kematian secara global, sekitar 9,6 juta kematian, atau satu dari enam kematian, pada tahun 2018. Kanker paru-paru, prostat, kolorektal, lambung dan hati adalah jenis kanker yang paling umum pada pria, sedangkan payudara, kanker kolorektal, paru-paru, serviks dan tiroid adalah yang paling umum di antara wanita. Beban kanker terus bertambah secara global, memberikan tekanan fisik, emosi dan finansial yang luar biasa pada individu, keluarga, komunitas dan sistem kesehatan.





Bagaimana Kasusnya di Indonesia?
Data Global Cancer Observatory 2018 dari World Health Organization (WHO) menunjukkan kasus kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah kanker payudara, yakni 58.256 kasus atau 16,7% dari total 348.809 kasus kanker. Kanker serviks (leher rahim) merupakan jenis kanker kedua yang paling banyak terjadi di Indonesia sebanyak 32.469 kasus atau 9,3% dari total kasus.

RS Siloam telah merilis artikel pada tanggal 2 Januari 2020 yang dianalisis dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018 bahwa kanker merupakan salah satu dari lima penyakit penyebab kematian tertinggi selain hipertensi, diabetes mellitus, stroke, dan gagal ginjal kronis. Prevalensi kanker ini naik dari 1,4% menjadi 1,8% dengan 70% kematian akibat kanker paru-paru di dunia.

Sumber: P2P Kemenkes RI
Berdasarkan Hasil Riskesdas (2018) bahwa Prevalensi tertinggi kanker berdasarkan diagnosa dokter pada penduduk semua umur menurut provinsi yaitu DI Yogyakarta (4,86%). Berdasarkan jenis kelamin, laki-laki (0,74%) dan perempuan (2,85%). Berdasarkan kategori pendidikan, penderita kanker terbanyak tamatan D1/D2/D3/PT (3,57%). Berdasarkan tempat tinggal, perkotaan (2,06%) da pedesaan (1,47%). Pada penyakit kanker ini, jenis pengobatan kanker dilakukan melalui pembedahan/operasi, radiasi/penyinaran, kemoterapi dan lainnya.

Cegah Kanker Sedini Mungkin
Kanker adalah sekelompok besar penyakit yang dapat dimulai di hampir semua organ atau jaringan tubuh ketika sel-sel abnormal tumbuh tak terkendali, melampaui batas yang biasa mereka lakukan untuk menyerang bagian tubuh yang berdampingan dan / atau menyebar ke organ lain.

Around one third of deaths from cancer are due to the 5 leading behavioral and dietary risks: high body mass index, low fruit and vegetable intake, lack of physical activity, tobacco use, and alcohol use. Jadi, bisa dicegah dengan melakukan eliminasi faktor resiko terjadinya kanker.

Eliminasi faktor-faktor risiko terjadinya kanker dapat berkontribusi mengurangi jumlah kasus (diterjemahkan dari website WHO Cancer):
·         Hindari penggunaan tembakau, termasuk rokok dan tembakau tanpa asap
·         Pertahankan berat badan yang sehat (IMT harus normal)
·         Makan makanan sehat dengan banyak buah dan sayuran
·         Berolahraga secara teratur
·         Batasi penggunaan alkohol
·         Melakukan hubungan seks yang aman dan sehat (hindari seks bebas)
·         Dapatkan vaksinasi terhadap Hepatitis B dan Human Papilloma Virus (HPV)
·         Mengurangi paparan radiasi ultraviolet dan radiasi pengion (pencitraan diagnostik medis atau pekerjaan)
·         Hindari polusi udara perkotaan dan asap dalam ruangan dari penggunaan bahan bakar padat rumah tangga
·         Lakukan pemeriksaan berkala


Strategi Mencegah Kanker:
1.      Diagnosa Dini, sebagai upaya untuk mengidentifikasi kasus-kasus kanker simptomatik sedini mungkin. Cara deteksi dini pada perempuan usia 30-50 tahun. Metode yang digunakan adalah Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) dan inspeksi visual dengan asam asetat (IVA) untuk kanker serviks.
2.      Skrinning, untuk mengidentifikasi individu dengan kelainan sugestif dari kanker tertentu atau pra-kanker yang belum mengembangkan gejala apa pun dan merujuk mereka segera untuk diagnosis dan perawatan.

Antara 30% dan 50% kematian akibat kanker dapat dicegah dengan memodifikasi atau menghindari faktor risiko utama, dan menerapkan strategi pencegahan berbasis bukti yang ada. Beban kanker juga dapat dikurangi melalui deteksi dini kanker dan manajemen pasien yang mengembangkan kanker. Pencegahan juga menawarkan strategi jangka panjang paling efektif untuk pengendalian kanker. Kanker, lebih mungkin merespons pengobatan yang efektif ketika diidentifikasi sejak dini, kemungkinan untuk bertahan hidup lebih besar serta lebih sedikit morbiditas dan perawatannya lebih murah. 

Untuk pemerintah sendiri, semoga bisa menguatkan fasilitas kesehatan termasuk di daerah terpencil dan kepulauan sehingga bisa mendukung diagnosa dan skrinning kanker.

Selain strategi tersebut, Beberapa penelitian telah membuktikan cara dalam mencegah dan menyembuhkan penyakit kanker. Tulisan diposting pada page berikutnya ya sobat catatanhijab.com tentang “The Effect of Exposure Qur’an to Cure Cancer”. ***



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Semoga bermanfaat

Artikel terpopuler