Minggu, 23 Februari 2020

Cara Mendapatkan Beasiswa YHEPS untuk Peneliti Muda

YHEPS Perwakilan Provinsi (Doc: Pribadi)

Oleh: Syafriana Sitorus

Dear sobat hijab,
Saya percaya bahwa setiap orang memiliki keahlian dan minat (passion) masing-masing. Tergantung mereka ingin mengembangkannya atau tidak. Apalagi di zaman era digital ini, kita bisa mudah mengakses dan mendapatkan informasi terkait passion kita.

Nah, kali ini sesuai janji seperti di blog sebelumnya di link ini (https://www.catatanhijab.com/2020/02/perjalanan-medan-ke-bali-via-garuda.html)
Minggu ini, Saya bahas tentang cara mendapatkan beasiswa Young Health Economic and Policy Society atau YHEPS (instagram:@yheps) oleh Thinkwell. Fyi, beasiswa seperti ini banyak, asal kalian rajin baca aja di Group profesi atau sosial media terkait (pastiin juga tema nya sesuai kalian).


Bedanya dengan beasiswa study atau fellowship yaitu beasiswa YHEPS diberikan dalam waktu singkat, prosesnya juga singkat, dan untuk satu tujuan tertentu. Beasiswa studi yaitu yaitu pendanaan untuk jenjang pendidikan S1,S2, S3 baik pendanaan penuh maupun partial. Sedangkan, Fellowship yaitu pendanaan untuk satu kegiatan dalam pengembangan kemampuan seseorang yang homogen dan berlangsung lebih cepat dari beasiswa study) seperti YSEALI.

Rekan-Rekan Peneliti dari Institusi, LSM, dan Pemerintahan (Doc: Pribadi)

Health Financing Acticity (HFA)
framework for yheps (doc: pribadi)
Tahun 2019, pertama kalinya dibuka beasiswa YHEPS oleh Thinkwell (www.Thinkwell.global) yang bekerjasama dengan USAID dalam Project HFA Work Plan 2019-2024 (Health Financing Activity). Oleh sebab itu, seluruh rangkaian proses pelamaran harus dalam bahasa inggris. If you ask me about Thinkwell, Let me to tell you just a little bit. Gak apa-apa ya dalam English supaya lebih dapat feel nya.

Thinkwell was built by Yogesh Rajkotia and spread out developing countries like Indonesia. He has motto that “Thinkwell’s work on health system in developing countries is premised on our belief that people in countries like Mozambique and Nepal should have the same access to quality healthcare as people in Sweden and UK”. Generally, It had the aim to bring together highly experienced system practitioners across sectors to assist countries to develop solutions to fit their own context.

Ini frameworknya yang akan bekerjasama dengan universitas, lembaga, pemerintah pusat/daerah, praktisi, dan sektor terkait dalam menuntaskan permasalahan kesehatan di Indonesia.


Keunggulan beasiswa ini yaitu penerima mendapatkan Fully funded (pesawat pulang pergi sesuai KTP, transportasi lokal, penginapan dan makan, biaya pendaftaran seminar, konsultasi penelitian gratis dan uang harian selama acara). Selain itu, kalian mendapatkan kesempatan untuk persentasi di depan peneliti lainnya di Indonesia dan Luar Negeri (wah, ini menyenangkan sekali karena hasil penelitian kalian bakalan dapat review sebelum dipublikasikan ke jurnal internasional). Beasiswa ini diperuntukkan dalam mengikuti kegiatan The 6th INAHEA ANNUAL SCIENTIFIC MEETING (ASM) di Bali pada Bulan November 2019. So, kebayangkan seleksinya seperti apa!


Oke, now kita mulai ke tahap-tahapannya. NOTE: Semua dalam Bahasa Inggris
Sumber: www.inahea.org
Agustus 2019, dibuka pemberitahuan akan diselenggarakan INAHEA/ Indonesian Health Economic Association yang ke 6 oleh CHEPS UI (Center for Health Economics and Policy Studies, School of Public Health Universitas Indonesia). Namun ternyata diperpanjang sampai September 2019. Pendaftaran melalui website (www.inahea.org/submit). saya sendiri mendapatkan informasi ini dari teman yang pernah ikut Program Pencerah Nusantara dan group penelitian profesi. Awalnya tidak tertarik karena aku harus melakukan persiapan laporan akhir. Namun, temanya sangat menarik sesuai penelitian yang telah saya kumpulkan datanya pada April-Mei 2019 dan beberapa pengkategorian variable yang harus disesuaikan dengan teori terbaru. Akhirnya saya putuskan untuk mendaftar.


Pada formulir pendaftaran, kalian mengisi 2 formulir sebagai peserta INAHEA dan calon penerima beasiswa. Sebelum mengisi ini, kalian harus membaca petunjuk dan persyaratannya ya. Persyaratannya yaitu:

(a) menggunggah abstrak tidak lebih dari 200 kata yang meliputi pendahuluan, metode, hasil dan diskusi,
(b) paper sesuai topik mengenai Strategi Pembiayaan Kesehatan dan Ekonomi Kesehatan (diperbolehkan yang masih dalam progress)
(c) beasiswa untuk 25 orang peneliti muda (umur dibawah 40 tahun)
(d) paper belum pernah dipublikasikan dimana pun
Sedangkan untuk tema Gambaran JKN di Indonesia bahwa harus menggunakan Big data BPJS Kesehatan (untuk 3 orang penerima beasiswa). persyaratan lainnya sesuai dengan yang diatas.


Setelah menyelesaikan pengisian formulir tersebut, kalian akan diminta untuk mengunggah “Motivation letter” (Khusus pelamar beasiswa). Ini penting banget menjadi bahan pertimbangan. So, pastikan berkas kalian ini singkat, padat dan jelas (maksimal 2 lembar). Kalau perlu riset kecil-kecilan dulu apa tujuan program dan output yang diharapkan mereka. Yaaa sama dengan beasiswa Study, berkas ini akan menggambarkan “Siapa dirimu, kontribusi apa yang sudah dan akan kamu lakukan, dan kenapa mereka harus memilih kamu”. Contoh Molet sudah pernah di upload ditulisan sebelumnya dan bisa juga kamu search di internet sebagari referensi saja ya. Creat yours version!!.
https://www.catatanhijab.com/2019/08/tidak-perlu-bingung-buat-motivation.html


Tahap terakhir, unggahlah abstrak penelitian kalian. Cek berulang-ulang, apakah abstrak kalian ‘menarik’. Hematlah penggunaan kata dan sesuaikan dokumen anda dengan template abstrak yang diberikan (tersedia di website). Jika kalian tidak mematuhi rules nya, maka akan gagal. Jika kamu belum yakin, jangan upload dulu berkasnya. Lengkapi dan jika perlu minta oranglain untuk me review nya.
Setelah tahapan tersebut selesai, unggahan kalian akan terlihat dikotak submit. Kalian tinggal menunggu pengumuman.


Akhir Oktober 2019, Alhamdulillah saya mendapatkan email dari penyelenggara INAHEA bahwa abstrak saya diterima dan diminta untuk mengirimkan FILE PRESENTASI (pengumuman melalui email, so pastikan email kalian aktif dan cek notifikasinya). Presentasi peserta dilakukan melalui Oral presentation dan Poster presentation. Saya mendapatkan bagian E-Poster sehingga diwajibkan untuk mengirimnya sebelum 1 November 2019. Ikuti petunjuk pengiriman berkas sesuai email yang didapat. Kalian juga diminta untuk menyesuaikan format paper kalian sesuai Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia (www.journal.fkm.ui.ac.id). Pada setiap prosesnya, kalian harus sabar dan betul-betul teliti. Saya saja harus menyendiri untuk bisa menyelesaikan tahapan demi tahapan.


Saya pun GALAU karena belum ada pengumuman untuk penerima beasiswa. Jika lulus program belum tentu lulus beasiswa (begitu sebaliknya). Tidak mungkin saya pergi, Jika harus menanggung akomodasi sendiri ke acara ini. 25 Oktober 2019 (2 hari kemudian), saya mendapatkan email bahwa saya lulus. Alhamdulillah. Saya diminta untuk mengisi dokumen konfirmasi dan mengirimkan scanning KTP untuk booking tiket pesawat. Lembar pemberitahuannya dibawah ini.
FOTO


Selanjutnya, saya hanya mengkonfirmasi ke penyelenggara program INAHEA bahwa saya tidak melakukan pembayaran karena sudah termasuk dalam pembiayaan dari Thinkwell dan hanya mengirimkan file presentasi. Tahap pengumuman sampai pengiriman berkas presentasi kurang lebih 1 minggu. Jadi, saya harus rajin-rajin buka email untuk menerima informasi selanjutnya. Acara ini benar-benar professional karena sebelum Hari H, kita sudah mendapatkan rundown acara dan materi (dalam google drive yang selalu update). Jadi, kita bisa menyiapkan diri sebelum presentasi. Semua e-tiket dikirimkan ke email kita termasuk venue dan pesawat.



Tema-Tema dan Pemateri PRE- INAHEA BALI 2019 (By YHEPS)
5 November 2019
1.      Welcome and introduction – USAID HFA Project by Thinkwell à Hasbullah Thabrany (Chief of Party, USAID HFA)
2.      Introduction Strategic Health Purchasing à Meghan O’Connell (R4D, SHP Specialist, USAID HFA)
Meghan O'Connel, Pembicara dari Australia (doc. panitia INAHEA)

3.      Monitoring and Evaluation à Imad Dwelk (Monev Specialist, USAID HFA)

4.      Data Availability for Analysis Health Financing in HFA à Andika Maulana (Data and Management Analysis Specialist)
5.      Bottom up/ Integrated Based Costing for MNH and HIV in Indonesia à Ministry of Health

**Jika sobat ada yang tertarik ingin membaca salah satu dari materi diatas, boleh email ke saya (syafrianasitorus@gmail.com). Semoga bisa menjadi sumber referensi.
Tema dan pemateri untuk Hari H kegiatan INAHEA ada di link berikut..

***Sekian cerita dari saya, semoga bermanfaat. Semoga kalian juga bisa mendapatkan beasiswa sesuai passion kalian ya serta memberikan kontribusi untuk Indonesia.
Wassalamu’alaikum. bye bye sobat.
(ig:@sitorussyafriana)


Kamis, 13 Februari 2020

Perjalanan Medan ke Bali (Via Garuda Indonesia)


"Bandara Ngurah Rai, Denpasar" Sumber: Doc Pribadi

Oleh: Syafriana Sitorus

Dear, sobat catatanhijab.com,
Kali ini, aku bakalan bahas perjalanan Medan Ke Bali November 2019 kemaren. Aku sangat bersyukur banget bisa melewati perjalanan yang termasuk dalam salah satu Bouquet List aku. Hal paling menyenangkan bahwa semua perjalanan ini gratis (pesawat pulang pergi, transportasi lokal, hotel, dan uang harian) karena aku terpilih sebagai salah satu penerima beasiswa Young Health Economic atau YHE (instagram:@yheps) oleh Thinkwell dalam acara The 6th INAHEA Annual Scientific Meeting and International Conference .
Thank you thinkwell, I hope the insight which I got there, could be contributed in the health system of Indonesia. *Proses pelamaran dan seleksi akan diposting pada blog selanjutnya ya.


Senin, 4 November 2019 (Departure 11.15 WIB)

"E-Tiket" Sumber: Doc Pribadi
Saya dijadwalkan berangkat dari KNO (Kuala Namu International Airport). Panitia memesan seminggu sebelumnya dengan penerbangan paling cepat dan transit tidak lama menuju bandara DPS (Ngurah Rai International Airport). Tiket sudah dipesan pulang pergi dengan persetujuan kita via Garuda Indonesia. Harganya sekitar IDR 7.362.000 untuk pulang pergi (Sudah free bagasi 20kg, food and entertainment. Namun, anda bisa memilih maskapai lainnya yang lebih murah dengan 1 kali transit di Jakarta tanpa fasilitas per satu kali perjalanan seperti Lion Air (IDR 1,4 juta), Citilink (IDR 2 juta) dan Batik Air yang fasilitasnya hampir sama dengan Garuda Indonesia. Jika transit dengan maskapai tersebut, kalian liat berapa lama transitnya. Bahkan ada yang 6 jam. So, liat betul-betul deskripsinya sebelum memesan.


Pada perjalanan ini, transit hanya pindah pesawat saja ke pesawat yang lebih besar (dari B727-800 ke A330-300). Penerbangan Bali di delay menunggu kedatangan kami.
"Meal on Flight" Sumber: Doc Rahmat Dhani (saya tidak sempat foto)

Oh ya, penerima beasiswa ini di Sumatera Utara hanya 2 orang (pertemuan ini dihadiri YHE dari berbagai provinsi di Indonesia). Selama perjalanan dari Jakarta ke Bali, disarankan untuk tidak tidur ya sobat. Sayang banget soalnya view nya cantik banget. Saat perjalanan ini diperkirakan kami sampai hotel maghrib (Bali masuk area WITA) dan kami tidak transit lama, jadi sholat jama’ tetap dilakukan didalam pesawat. Sebenarnya, perut full juga jadinya karena kita diberikan makanan berat selama di pesawat (so, tidak perlu membeli makanan atau minuman lagi). Kamu juga tidak akan bosan, karena bisa menonton hiburan dan free handset khusus agar bisa mendengar dengan jelas (btw, movie without translation ya).

"Counter Bus dan Taxi Bandara" Sumber: Doc Pribadi
Setelah sampai, anda jangan khawatir tersesat. Pada saat ini, Bandara Ngurah Rai sedang direnovasi dan mengalami perluasan. Beberapa lokasi dibatasi oleh seng namun tidak mengganggu perjalanan anda karena tertata banget. Desainnya masih kental dengan nuansa Bali dan tersedia beberapa spot foto untuk kenang-kenangan. Selain itu, pengambilan bagasi jalurnya sama seperti bandara lainnya searah dengan pintu keluar. Kamu bisa memilih naik Taxi legal (counternya tersedia dipintu keluar) atau memesan secara online. Harganya ditetapkan sesuai jarak anda (Bandara ke BNDCC sekitar Rp.100.000 termasuk parkir dan toll). Katakan saja tempat tujuan anda maka mereka akan mengantar sesuai tempat plus membawa barang-barang anda. Biaya akan lebih murah jika anda berangkat dengan teman.


"BNCC Tampak Dalam" Sumber: Doc Pribadi
Venue kami berlokasi di Kawasan Nusa Dua. Kawasan ini lumayan jauh dari pusat kota yang berada di Selatan Pulau Bali dan sangat terkenal dengan resort mewah serta pantai-pantai eksklusif dimana para turis bisa melakukan surfing (ombaknya tinggi) atau sunbathing (berjemur). So, gak heran kalo disini banyak orang yang berbikini termasuk banyaknya club malam. Apalagi sore sampai tengah malam, rame bangets. Jika kamu sudah tinggal di hotel itu, tidak dikenakan biaya masuk ke pantai (alias gratis). 
 *Review pantai dan hotel di publish di tulisan selanjutnya. 
Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) adalah pilihan tepat untuk mengadakan acara internasional karena tersedia banyak ruangan yang luas sekaligus penginapan yang sangat nyaman. Jadi, walau jauh dari pusat kota, tetap bisa cuci mata dengan keindahan pantai-pantainya.


Jum’at, 8 November 2019 (Departure 18.20 WIB)

"Kerajinan Tangan" Sumber: Doc Pribadi
Perjalanan pulang sama dengan perjalanan pergi harus transit sebentar untuk pindah pesawat di Jakarta (CGK). Sebelum pulang, pastikan anda telah membeli oleh-oleh untuk keluarga dan teman dekat. Bali terkenal dengan baju dingin atau baju pantai Bali, tas anyaman dan kerajinan tangan seperti patung-patung atau topeng, perlengkapan lulur, lilin aromaterapi, mukena Bali, serta makanan (kacang-kacangan, pie susu, roti durian dan lainnya). 

Oleh-oleh ini dapat dibeli di Krisna, Joger, dan lainnya yang banyak di Jalan Raya Kuta. 






"Garuda Indonesia -Taking Off" Sumber: Doc Pribadi
Perjalanan pulang ini kami memesan mobile online yang harganya lebih murah Rp. 60.000. Pada saat masuk ke pintu masuk bandara, ada gapura yang sangat indah. Anda bisa mengambil foto disini. Selain itu, pada saat check in, pastikan barang anda tidak tercecer dan lihatlah tanda petunjuk-petunjuk yang ada karena Bandaranya sangat luas dan anda bisa tersesat. Lihat counter check in sesuai maskapai anda yang berada di lantai dasar. Jika penerbangan Garuda Indonesia berada disisi sebelah kiri setelah masuk. Tanyalah kepada petugas jika anda bingung.
***Sekian cerita dari saya, semoga bermanfaat.
Saya do’akan anda bisa ke Bali dan menikmati pantainya yang sangat indah.

Wassalamu’alaikum. bye bye sobat.


Selasa, 11 Februari 2020

Jenis Beasiswa-Beasiswa S1 (Sarjana)



Sumber: Dokumen Pribadi

Oleh: Syafriana Sitorus

Dear sobat catatanhijab.com, sebagai salah satu penerima beberapa beasiswa yang bekerjasama dengan Universitas Sumatera Utara, kali ini saya akan berbagi pengalaman saya dan teman saya terkait beasiswa S1. Beasiswa ini tidak hanya ada di USU tetapi juga tersebar di Universitas Negeri lainnya Se-Indonesia. 

Jadi, buat kalian mahasiswa S1 masih ada peluang. Beasiswa berikut merupakan beasiswa on going artinya kamu harus sudah menjadi mahasiswa aktif dulu minimal telah menempuh satu semester. Setiap beasiswa punya persyaratannya masing-masing. semoga ini dapat membantu ya. Oh ya, jangan lupa untuk diskusi dan mencari informasinya ke bagian Kemahasiswaan fakultasnya masing-masing atau bagian kemahasiswaan rektorat. 

1.      Beasiswa BBM (Bantuan Belajar Mahasiswa)
     Untuk mahasiswa Diploma dan S1 dengan minimal telah duduk di semester II dan IPK/ Indeks Prestasi Kumulatif 2,75.
     Menerima 2,1jt/ Semester.
2.      Beasiswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademik)
     Untuk mahasiswa S1 dengan IPK minimal 3,00.
     Menerima 2,1jt/ Semester.
     Membuat draft PKM (Program Kreativitas Mahasiswa).
3.      Beasiswa Yayasan Supersemar
     Minimal telah duduk di semester III dan IPK 2,50
4.      Beasiswa BI (Bank Indonesia)
     Minimal telah duduk di semester V dan telah menempuh 90 SKS
     IPK minimal 3,00
     Menerima 300rb/bulan
5.      Beasiswa Tanoto Foundation
     Usia maksimum 21 tahun dan IPK minimal 3,00
     Mengisi formulir pendaftaran dan mengikuti seleksi administrasi, psikotes, dan wawancara.
     Menerima 350rb/bulan
6.      Beasiswa PT.Sunlife Financial
     Mahasiswa FMIPA, FISIP, FKM
     Telah duduk di semster IV dan IPK minimal 3,50
7.      Beasiswa BUMN (Badan Usaha Milik Negara)
     Telah duduk di semster III dan IPK minimal 3,00
     Menerima 5jt/ Tahun
8.      Beasiswa PPSDMS
     Untuk mahasiswa Muslim dengan IPK minimal 2,80
     Menerima 500rb/bulan dan Fasilitas asrama serta pembinaan tahun peratama dan tahun kedua.
9.      Beasiswa PT.Inalum
     Beasiswa daerah untuk mahasiswa yang berasal dari Asahan, Batubara, Dairi, Humbang Hasundutan, Karo, Samosir, Simalungun, Tapanuli Utara, Toba Samosir dan Kota Tanjung Balai.
10.  Beasiswa KSE (Karya Salemba Empat)
     Mahasiswa program S1 reguler minimal semster 2 dan maksimal semester 6
     Melakukan registrasi online (www.beasiswa.or.id)
     Interview dan seleksi berkas.
     Menerima 600rb/bulan dan mendapatkan pelatihan-pelatihan


PROSEDUR UNTUK MENDAPATKAN BEASISWA (TERGANTUNG INSTANSI PEMBERI BEASISWA)
  1. Prosedur untuk memperoleh beasiswa, mahasiswa harus mengajukan permohonan kepada Rektor Universitas Sumatera Utara melalui Pembantu Dekan III masing – masing, dan dilampiri dengan :
  2. Rekomendasi dari Pembantu Dekan III
  3. Transkrip dam fotokopi Kertu Hasil Ujian (KHS) yang dilegalisir untuk mahasiswa lama atau STTB SMU sederajat yang dilegalisir untuk mahasiswa baru
  4. Fotokopi Kartu Keluarga (KK) yang dilegalisir
  5. Surat Keterangan penghasilan orang tua yang disahkan oleh pejabat yang berwenang
  6. Surat pernyataan yang berisi :
    • Belum memperoleh beasiswa lain dan tidak sedang dalam proses pengajuan beasiswa lain
    • Belum bekerja dan berkeluarga
    • Tidak akan mengambil penundaan kegiatan akademik
  7. Fotokopi No. Rekening yang bersangkutan pada PT. Bank BNI (Persero) Tbk cabang USU
  8. Fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM)
  9. Fotokopi pembayaran SPP yang terakhir
  10. Surat Keterangan berkelakuan baik dari pimpinan Fakultas/Prodi.
 Tips:
Jangan lupa untuk aktif juga kegiatan ekstrakulikuler atau organisasi mahasiswa baik internal maupun eksternal ya. Hal tersebut menjadi point penilaian juga bagi pihak kemahasiswaan.
Good luck sobat.

Artikel terpopuler