Jumat, 18 Oktober 2019

Cara Mengirimkan Tulisan Ke Koran/ Majalah



Oleh: Syafriana Sitorus

Hello, peminat catatanhijab.com
Minggu ini saya akan mengulas tentang cara mengirimkan tulisan (artikel, cerpen, opini, puisi, dll) ke media cetak berupa Koran atau Majalah berdasarkan pengalaman pribadi serta beberapa literature yang saya survey.

Selama ini, banyak yang bertanya kepada saya baik melalui whatsapp maupun media sosial instagram (yuks di follow @sitorussyafriana) tentang bagaimana cara agar tulisan kita bisa dimuat.
Wah, gak kebayang deh waktu pertama kali tulisan dimuat dan excited nya gek mana. Tulisan dan nama kita terpajang di Koran (Senang dan bangga).

Peminat catatanhijab sekalian, selain dimuat oleh majalah/Koran yang telah menerima draft kita, kita juga mendapatkan kompensasi berupa uang dari tulisan yang telah dimuat ya buddies. How lucky we are. yeah. Kompensasi itu berbeda-beda ya tiap perusahaan baik itu level lokal, nasional, internasional dan jenis tulisan yang dimuat. *Pastikan kamu sudah memahami media cetak tujuan kamu ya buddies. 
Now Let’s Talk More About It*


Tulisan Saya Yang Dimuat Saat Masih Mahasiswa
Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengirim Tulisan (Puisi, Cerpen, Esai, Opini, Artikel, dll)
1.       Tentukan Media Cetak yang akan dikirim tulisan
2.       Surveilah tulisan anda masuk ke Rubrik apa (Contoh: Rubrik Opini, Rubrik Cerpen, Rubrik Artikel Kesehatan, Rubrik Wacana, dll). Setiap media cetak beda-beda nama rubriknya ya buddies.
3.       Aturlah tulisan anda sesuai ketentuan.
Contoh: Rubrik opini di Koran Harian Analisa 3-4 halaman dengan minimal Jumlah Kata 700an.
Secara umum, media mengatur tulisan dalam bentuk “Time News Roman”, Font 12, Justify, dan spasi 1,5 atau 1,15. File disave dalam Word ya.
Selain itu, kalian jangan lupa untuk menuliskan nama kalian dan status kalian ya (seperti pada gambar). In other way, kalian mesti meliat tulisan oranglain yang telah dimuat agar kalian dapat mengaturnya sebelum dikirim.
4.       Pastikan file yang anda kirim telah memuat 3 hal yaitu biodata diri singkat, tulisan anda, dan scanning KTP.
Well, beberapa media tidak terlalu mewajibkan scanning KTP. Tetapi akan lebih baik disertakan saja karena anda juga akan mengambil honor dengan fotocopy KTP jika tulisan telah diterbitkan. That’s important to make sure your identity.
5.       Catat alamat email media cetak dan mulailah kirim tulisan. Jangan lupa untuk buat pengantar dalam bagan email dan judul tujuan rubric agar media tidak bingung. Not only you sent that file ya buddies.
Contoh Pengantar Email



Contoh:
Tulisan saya yang terbit di Koran Harian Analisa pada Senin, 18 Januari 2018 di Rubrik Kesehatan

Budayakan Sarapan Pagi
Oleh: Syafriana Sitorus
            Kesibukan sering kali menjadi alasan seseorang untuk tidak memulai harinya dengan sarapan pagi. Padahal jika dibiasakan dan disempatkan, sarapan pagi bisa dilakukan dimana saja seperti membawa bontot. Sarapan pagi adalah salah satu hal yang penting untuk dilakukan sebelum menjalankan aktivitas sehari-hari. Mereka yang sarapan pagi berarti mengisi kekosongan pada lambung setelah lebih dari 8 jam kosong sehingga makanan yang diperlukan oksigen untuk ditransfer ke otak bisa terpenuhi. Menurut Prof. Dr. Ir. H. Hardinsyah, MS (Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia) bahwa 7 dari 10 Orang Indonesia tidak tahu dan tidak terpenuhi sarapan sehat setiap harinya.
            Sarapan pagi tidak harus nasi dan lauk. Persepsi ini yang pelu dirubah dari masyarakat khususnya masyarakat indonesia yang makanan pokoknya adalah beras. Sarapan pagi yang penting mengandung karbohidrat atau protein sehingga glukosa yang ada pada makanan bisa sampai ke otak seperti roti, susu, ubi, jagung, gandum, dan makanan lain yang setara. Namun, manfaat sarapan pagi masih banyak yang belum tahu. Menu yang baik untuk makan pagi sebaiknya mengandung unsur pemberi tenaga, unsur pembangun dan pengatur sel-sel jaringan tubuh. Secara kuantitatif, makan pagi harus menyuplai karbohidrat (55%-56% ), protein ( 12%-15% ), lemak (24%-30% ), serta vitamin dan mineral secukupnya.
Seorang ilmuwan mengatakan sarapan pagi merupakan makanan khusus untuk otak. Hal ini didukung dari sebuah penelitian yang menunjukan bahwa sarapan berhubungan erat dengan kecerdasan mental. Dalam  artian, sarapan memberikan nilai positif terhadap otak. Otak menjadi lebih cerdas, peka dan lebih mudah berkonsentrasi. Hal ini secara tidak langsung akan mendatangkan pengaruh positif terhadap manusia dalam beraktivitas. Baik di sekolah maupun di tempat kerja. Sarapan pagi penting karena tubuh hanya memiliki sedikit cadangan dari makan malam 7 - 8 jam sebelumnya. Sementara kegiatan yang padat dari pagi sampai waktu makan siang setidaknya memerlukan 1/4 - 1/3 dari jumlah makanan. Dengan sarapan pagi maka cadangan tenaga akan terisi kembali. Hal ini tentu saja sangat diperlukan untuk aktivitas belajar.
Sarapan yang baik harus banyak mengandung karbohidrat, karena kandungan karbohidrat yang dikonsumsi di pagi hari. Akan merangsang glukosa dan mikro nutrien dalam otak. Karena karbohidrat merupakan salah satu nutrien yang menghasilkan energi yang berfungsi untuk memacu otak. Karbohidrat sendiri dibagi menjadi dua jenis, yaitu karbohidrat simpleks dan karbohidrat kompleks.
Dalam kecerdasan otak, yang perlu dikonsumsi adalah karbohidrat kompleks. Karbohidrat kompleks sendiri adalah karbohidrat yang mengandung serat dan vitamin yang bisa dicerna dan diserap perlahan-lahan. Sehingga kadar gula dalam tubuh naik secara perlahan. Karbohidrat jenis ini banyak dijumpai dalam nasi, roti, jagung, kentang dan pasta. Makanan berkarbohidrat kompleks mampu memberikan nilai lebih pada fungsi otak, yaitu membantu memusatkan pikiran untuk belajar dan memudahkan penyerapan pelajaran. Bisa dikatakan tingkat konsentrasi dan penyerapan lebih baik dibanding individu yang tidak sarapan. Sebuah survai yang dilakukan kepada anak-anak dan remaja menyebutkan anak yang sarapan dengan makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks memiliki perfoma. Lebih bisa memusatkan perhatian pada pelajaran. Perilaku yang lebih positif, kooperatif, gampang berteman dan dapat menyelesaikan masalah dengan baik. Sedangkan bagi anak yang tidak sarapan tidak dapat berfikir dengan baik dan selalu terlihat malas.

MANFAAT SARAPAN PAGI
Sumber Energi Awal
Setiap orang harus memulai hari mereka dengan cukup energi sebagai modal untuk melakukan aktivitas, pagi sebagai start awal. Energi yang kita butuhkan berasal dari makanan.. makanan utk sarapan pagi seperti telur, ikan, ayam, nasi, roti, sereal, dan buah-buahan.
Menekan Makan Berlebih
Orang yang melewatkan sarapan pagi lebih cendrung cepat merasa lapar sehingga akan makan dengan porsi yang banyak ketika bertemu makanan. Hal ini membuat peningkatan kadar gula darah dan berat badan cepat naik. Kelebihan lain akan mendapatkan kestabilan metabolisme dan cenderung untuk tidak mengkonsumsi banyak kalori selama sepanjang hari.
Mengurangi Lemak Perut
Jika sudah sarapan, maka kemungkinan tidak suka mengemil junkfood secara berlebihan seperti permen dan soda sehingga mengurangi jumlah lemak perut dan mencegah kenaikan berat badan.
Meningkatkan Kinerja Otak
Meningkatkan keterampilan kognitif otak dari peningkatan memori untuk berkonsentrasi yang lebih tinggi bahkan meningkatkan kewaspadaan. Karena otak kita membutuhkan glukosa dan makanan berkarbohidrat sangat baik untuk berkerja dengan baik. Tidak sarapan berarti energi otak akan berkurang, sehingga fungsinya dapat menurun.
Tubuh Yang Kuat
Menu serapan sehat dengan makanan tinggi protein, akan memberikan energi sepanjang hari, seperti kendaraan yang baru diisi bahan bakar, baik energi saat itu maupun sebagai cadangan yang membuat tubuh fit dan tak mudah lelah
Nutrisi Yang Lebih Baik
Sarapan menyediakan asupan total nordisk yang baik sepanjang hari, karena memberi kesempatan untuk mengkonsumsi makanan yang penuh nutrisi seperti protein, zat besi, vitamin dan serat yang sangat penting untuk membangun tubuh sehat dan nutrisi terpenuhi
Mencegah Penyakit Maag
Mencegah sakit mag dan kambuhnya sakit mag bagi mereka yang telah memiliki riwayat penyakit ini. Karena sarapan membuat lambung terisi sehingga dapat menetralisir asam lambung. Apalagi setelah lama lambung tak terisi makanan. Sebaiknya bagi yang melewatkan sarapan pagi maka lambung terlalu lama kosong sehingga mengakibatkan rasa perih dan berpotensi menyebabkan sakit maag.
Mencegah Diabetes
Studi menunjukkan bahwa oran gyang sarapan memiliki 32% lebih kecil kemungkinan untuk terkena diabetes pada usia lebih tua dibandingkan mereka yang tidak sarapan. Hal ini karena orang yang tidak sarapan pagi akan lebih resisten terhadap insulin. Resistensi insulin meningkatkan risiko terkena diabetes.
(Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, Penulis Indonesiapositif.com Asal Tanjungbalai)


Sekian peminat catatanhijab.com, daftar media cetak dan honor yang akan kalian terima, akan ada pada tulisan selanjutnya. So, keep in touch ya.
Semoga Bermanfaat. Wassalam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Semoga bermanfaat

Artikel terpopuler