Rabu, 18 September 2019

Goa Sunyaragi dan Keraton Kanoman Cirebon


Kawasan Depan dan Gapura Goa Sunyaragi (Tim Pencerah Nusantara V)
Oleh: Syafriana Sitorus
Wisata kali ini kita akan membahas mengenali wisata sejarah yang ada di Kabupaten Cirebon Jawa Barat. Kabupaten Cirebon terkenal dengan kerajaan yang melahirkan para kesatria-kesatrian dulunya. Kabupaten ini juga menjadi persinggahan karena memiliki pelabuhan yang cukup besar. Peninggalan sejarah di Kabupaten Cirebon yaitu Goa Sunyaragi dan Keraton Kanoman Cirebon. Keduanya terletak di pusat Kota Cirebon sehingga untuk akses kesana tidaklah sulit. Anda bisa menggunakan kendaraan umum, pribadi atau kendaraan online yang telah tersedia di Kota Cirebon. Apabila anda berangkat dari Jakarta, anda bisa berangkat dari Stasiun Gambir dan berhenti di Stasiun Cirebon (perjalanan sekitar 5 jam) atau Jika berangkat dari Semarang/ Tegal (arah timur) juga akan berhenti di Stasiun Cirebon. Jika berwisata kedaerah ini, jangan lupa untuk menyicipi wisata kulinernya juga seperti Nasi Jamblang, Empal Gentong, dan Aneka Kerupuk Pasir ya para traveler.

GOA SUNYARAGI
Goa Sunyaragi dikenal juga dengan nama Tamansari Sunyaragi yang berasal dari kata Sansekerta yaitu “Sunya (Sepi)” dan “Ragi (Raga)”. Goa ini dinamai seperti itu karena tempat ini dulunya digunakan sebagai tempat beristirahat dan meditasi para sultan Cirebon dan keluarga. Goa ini merupakan satu komplek yang luas terdiri dari Gapura, Serambi, Goa Penjagaan, Goa Pande Kemasan, Gua Peteng, Goa Pawon, Musholla dan Goa-Goa lainnya yang berbeda-beda letaknya. Terakhir kali, Pemerintah Daerah telah mengembangkan wisata ini sehingga terdapat tempat untuk pengunjung bersantai dan wisata bermain untuk anak-anak. Tiket masuk terjangkau hanya Rp. 5.000,- dan uang parkir Rp. 2.000,-. Para pedangang hanya diperbolehkan berjualan di kawasan depan. Kawasan dalam sangat steril. Hal yang unit dari setiap goa yaitu bebatuannya yang hanya kita temuin di daerah ini. Goa sunyarangi juga menghadirkan pemandangan PLTG dan Gunung Ciremai.
Menurut beberapa sumber bahwa Goa Sunyaragi didirikan pada 1703 Masehi oleh Pangeran Kararangen, cicit Sunan Gunung Jati. Goa ini merupakan bagian dari Keraton Kasepuhan Cirebon yang letaknya juga tidak jauh dari goa ini. Selain tempat persemedian, tempat ini juga sebagai tempat pemakaman. Arsitekturnya juga ditelusuri dari berbagai corak mulai dari Indonesia, Hindu, Cina, Timurtengah, dan Eropa. Seperti yang diceritakan diatas, bahwa wilayah ini merupakan tempat transit khususnya pada zaman penjajahan sehingga banyak dipengaruhi oleh corak-corak Negara lain. Setiap tempat mengandung arti dan kesakralan karena arsitekturnya dibuat sesuai dengan fungsinya. Seperti Goa Padang Ati, Kelangenan, dan Pawudon yang sakral dengan corak Arab-Cina. Goa ini juga masih mempertahankan bentuk aslinya sehingga tidak terdapat penerangan. Jadi jika membawa anak, perhatikan langkah mereka ya.

Gedong Gajah Mungkur di Kawasan Tajug Kanoman
KERATON KANOMAN
Selain Goa Terawang, Keraton Kanoman juga wisata sejarah yang terkenal dan juga terletak di Kota Cirebon dekat Pusat Pasar. Keraton Kanoman ini merupakan bagian dari Kesultanan Cirebon selain Keraton Kasepuhan. Keraton di wilayah ini tidak lepas dari kekuasaan Sunan Gunung Jati yang saat itu menyebarkan Islam di Jawa Barat. Tiket masuk untuk kawasan ini hanya Rp. 10.000,-/ orang. Apabila anda membutuhkan tour guide maka akan ada warga sekitar yang merupakan pengurus Keraton Kanoman yang menemani anda dengan bayaran seikhlasnya.
Keraton ini didirikan oleh Pangeran Kertawijaya yang bergelar Sultan Anom 1. Keraton ini masih ditinggalin oleh keturunannya dan dikelola sendiri sehingga tidak terlalu terawat. Keraton ini akan ramai dengan kegiatan-kegiatan saat peringatan Hari Maulid Nabi dan Hari Besar Islam lainnya.
Keraton ini berada dalam komplek yang luas dengan arsitektur perpaduan beberapa Negara dan budaya yang masih terjaga seperti Kereta Paksi Naga Liman dan Jempana, Bangsal Jinem/ Pendopo, Penobatan Sultan, Siti Hinggil, Porselen-porselen tiongkok, Patung Macan (Lambang Prabu Siliwangi), Alun-alun dan Masjid, Makam, Tempat Pemandian, Sumur Jodoh, dan Kaputren.
Alun-Alun Kanoman yaitu area yang memiliki Lemah Duwur/ Bangunan Mande Manguntur (Tempat Sultan). Pada bangunan tersebut terdapat dua bangunan yang mengapit jalan masuk yaitu Pancaratna dan Pancaniti serta dua buah Cungkup  tempat menyimpan alu dan lesung yang berada di sebelah timur Pancaniti. Setiap bangunannya dipagari dengan pagar hijau sehingga kita hanya bisa melihat dari luar saja.
Pancaratna berfungsi sebagai tempat menghadap atau tempat para pembesar desa menemui Demang atau Wedana (asisten Bupati), selain itu Pancaratna juga dijadikan tempat jaga prajurit kesultanan. Pancaniti berfungsi sebagai tempat perwira melatih dan mengawasi prajurit dalam latihan perang di alun-alun, serta sebagai sebagai tempat pengadilan serta sebagai tempat jaga prajurit kesultanan.
Lawang Seblawong yaitu gerbang besar yang bewarna putih dengan tinggi 9 meter dan bagian tengah dibuat dari kayu jati. Lawang ini dihiasi piring-piring keramik pada permukaan dindingnya.
Bale Paseban yaitu bangunan di sebelah Mande Manguntur yang memiliki tiang-tiang dengan atap berbentuk limasan. tempat ini berfungsi sebagai tempat tunggu untuk menghadap sultan.
Tajung Kanoman yaitu tempat sholat selain Mesjid Agung Kanoman. Tempat ini sederhana berukuran 6x8x3,5 meter yang biasa disebut langgar.
Gedong Gajah Mungkur yaitu bangunan putih sebagai tempat menyimpan lonceng besar. Arsitekturnya mirip bangunan belanda dengan dinding bata putih dan beratap genteng.
Kawasan Jinem yaitu halaman yang berada di sebelah timur, selatan dan barat dari halaman tajug kanoman. Halaman ini memuat bangunan Gedong Pusaka, Paseban Singabrata, Jinem dan Bale Semirang.
Kaputren yaitu tempat tinggal putra dan putri sultan. Bangunan ini seperti arsitektur belanda karena memiliki jendela di lantai 2 dan air mancur didepan bangunan. Paluntara adalah bangunan ini dikelilingi pepohonan yang berada di ujung timur keraton kanoman. Dulunya ini tempat tinggal anak-anak sultan, namun sejak ada kaputren makan bangunan ini difungsikan untuk tempat tinggal prajurit. Saat ini, tempat ini digunakan untuk menyimpan benda-benda pusaka yang digunakan saat acara Maulid Nabi Muhammad SAW.
Sumur Jodoh yang berada dikawasan belakang dari keraton. Kawasan sebelum kaputren. Sumur ini dulunya tempat mandi sultan dan keluarganya. Sumur ini dipercaya bahwa siapa saja yang mencuci muka di sumur ini, akan menemukan jodohnya segera.
Selamat berwisata dan mengeksplor wisata Cirebon ya. Jangan lupa untuk menjaga kelestarian alam dan peninggalan sejarah. Salam hijab traveler guys.***
(Penulis adalah Hijab Traveler Asal Medan, ig: @sitorussyafriana).



FOTO-FOTO GOWA SUNYARAGI DAN KERATON KANOMAN CIREBON
 
Goa Sunyaragi dengan Khas Bebatuannya


Area Goa-Goa Sunyaragi

Ruang Pertemuan Sultan (Area Inti Bangunan)
Bangunan Mande Manguntur pada Komplek Lembah Duwur

Senin, 16 September 2019

Cara Membuat "Motivation Letter" (How We Write Motivation Letter Correctly"

Internship Team From Different University (University of Arkansas, Universitas Sumatera Utara, Universitas Esa Unggal, Universitas Indonesia, Institusi Pertanian Bogor, Universitas Syiah Kuala)
Tulisan ini saya buat sebagai pengingat 3 tahun berlalu setelah mendapatkan kesempatan setelah mengikuti serangkaian seleksi setelah dinyatakan lulus dan menyandang gelar "Sarjana". Alhamdulillah.

Seiring era digital, dokumen penting tidak repot lagi mengarsipkan atau bahkan membuatnya. Kita tinggal "simpan" dikomputer/ laptop dan dapat digunakan kembali untuk keperluan lain. Bahkan beberapa perusahaan/ instansi tidak lagi menerima "dokumen kertas" yang dikirim ke kantornya sebagai salah satu persyaratan menjadi pegawai disana. Mereka hanya meminta dokumen tersebut dikirimkan lewat email (softcopy file) termasuk "Motivation letter".  

Kalian juga bisa mencari contoh untuk pembuatan motivation letter (MoL) lagi. Jadi jangan malas ya readers. Hal yang perlu kalian pahami sebelum membuat MoL yaitu kenali perusahaan/ instansi yang kali tuju. Apakah mereka meminta dokumen ini atau tidak (istilahnya, jangan sok kepintaran yak!). Hal ini akan menggambarkan diri kalian dari sebuah file bernama "Motivation Letter". Berikut contoh MoL saya yang lulus seleksi nasional untuk penerimaan Beasiswa Magang INDOHUN di Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dimana Menterinya saat itu adalah Ibu Puan Maharani. Beberapa teman saya menggunaka MoL dalam bahasa inggris tergantung universitas asalnya (Indonesia atau Luar Negeri). Jadi harus membaca persyaratannya dengan betul-betul ya guys. 

dokumen pribadi: syafriana sitorus


MOTIVATION LETTER

Yth.
Panitia Seleksi Magang Kemenko PMK RI
INDOHUN

Surat pernyataan motivasi ini saya tulis untuk mengekspresikan minat saya dalam melamar sebagai staff magang yang dilaksanakan oleh INDOHUN di Kemenko PMK RI (Kementerian Kooordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) khususnya untuk bidang “One Health” pada periode magang bulan Oktober 2016.
Ketertarikan saya dilandasi atas latar belakang pendidikan saya di bidang Kesehatan Masyarakat, dengan pendidikan yang telah saya tempuh selama 3,5 tahun (2012-2016) di FKM USU. Sehingga saya berhasil mencapai gelar ‘Sarjana Kesehatan Masyarakat’ dengan predikat ‘Sangat Memuaskan’. Banyak hal yang telah saya pelajari selama masa perkuliahan sehingga kelulusan tersebut diraih bukan sekedar menjadi mahasiswa tetapi dengan berbagai pengalaman organisasi, training, seminar, kepanitiaan, kepenulisan, dan penelitian yang saya ikuti (terlampir di Curriculum Vitae saya).
Tujuan saya mendaftar magang di Kemenko PMK RI yaitu untuk belajar lebih banyak mengenai administrasi dan kebijakan kesehatan serta penyakit menular dan tidak menular di lembaga pemerintahan ini. Hal tersebut sangat berguna untuk karir saya kedepannya dan manfaatnya di lingkungan masyarakat sehingga Derajat Kesehatan (Quality of life)  dan Indek Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) di Indonesia meningkat, penyakit menular dan tidak menular bisa dicegah serta akses pelayanan kesehatan terjangkau dan diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat.
Saya telah membaca visi dan misi Kemko PMK dan struktur organisasinya sebagai tambahan pengetahuan saya. Pada bagian “Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan”, saya bisa mengambil peran sesuai dengan kualifikasi yang saya jelaskan diatas khsususnya pada bagian “Asisten Deputi Pelayanan Kesehatan” atau “Asisten Deputi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit”. Posisi magang tersebut sangat erat kaitannya dengan visi INDOHUN “One Health” mengenai ‘Health Policy and Administration’ dan ‘Zoonotic and Communicable Disease’.
Saya bisa bekerja tim dalam setiap pemecahan kasus-kasus kesehatan masyarakat berdasarkan pengalaman saya dalam penelitian dan materi-materi yang telah saya pelajari. Saya mampu bekerja keras dan bersosialisasi dengan lingkungan saya. Besar harapan saya, bisa bergabung dan belajar banyak di Kemenko PMK RI ini.
Sekian dan terima kasih. Semoga Bapak/Ibu panitia seleksi magang Kemenko PMK RI dari INDOHUN dapat mempertimbangkannya. Wassalam.
                                                                                              Medan, 26 September 2016
Hormat Saya,


(Syafriana Sitorus, SKM)


*Noted: Cerita keseharian selama berada di wilayah kementerian, saya post di blog ini juga. Kami disebar dibeberapa Kementerian dan Lembaga yang dipilih dari berbagai Universitas di Indonesia dan Dunia yang merupakan Warga Negara Indonesia. FYI, Internship ini berupa "Beasiswa" sehingga bisa menutupi biaya hidup selama di Jakarta Pusat. Setelah magang, kami diwajibkan membuat "Report and Daily activities" dalam Bahasa Inggris. So, Kalau kamu harus baca betul input sampai output program yak. Selamat membaca dan mencoba your own journey.

Artikel terpopuler