Sabtu, 31 Agustus 2019

SYAIR DAN DO'A 1 MUHARRAM 1441 H (2019)

Great Mosque of Central Java, Semarang

DO'A 1 MUHARRAM 1441 H
Ya Robbi, Ku awali tahun ini dengan Basmallah
Merangkai mimpi-mimpi yang belum terwujud
Dalam sebuah kertas yang menjadi saksi bisu
Berharap, akan terwujud di tahun 2019 dan 2020 ini ya Robb

Ya Robbi, aku adalah seorang hamba yang bermimpi bisa terus menaati peraturan-Mu
Mengerjakan segala kewajibanku
Memberikan uluran tanganku bagi mereka yang membutuhkan
Ya Robbi, aku adalah seorang rakyat yang bermimpi untuk Indonesiaku
Indonesia yang sehat dan sejahtera
Menjadi generasi yang membanggakan tanah airku
Ya Robbi, aku adalah seorang anak yang bermimpi bisa membanggakan orangtua ku
Mengukir prestasi di setiap perjuanganku
Sebab bahagia mereka adalah tujuanku

Ya Robbi, aku adalah seorang kakak yang bermimpi bisa membimbing adik-adikku
Menjadi contoh yang baik bagi mereka
Menuntun mereka dalam meraih impiannya
Ya Robbi, aku adalah seorang sahabat yang bermimpi bisa setia
Setia dalam suka dan duka
Bersama menabur warna-warni kehidupan
Ya Robbi, aku adalah seorang wanita yang bermimpi bisa selalu tegar dan kuat
Menjalani duri-duri kehidupan
Mencintai dan dicintai hanya karena-Mu

Terimakasih Ya Robbi, Untuk berkah-Mu
Kabulkanlah mimpi-mimpiku yang sederhana ini, Ya Robbi
Tak lupa, Aku bersyukur atas apa yang telah dan akan kumiliki
Atas semuanya, ku akhiri dengan Hamdallah
Basmallah to Hamdallah

Selamat 1 Muharram 1441 H (Ahad, 1 September 2019)
Guide me in every steps I choice and make me to be closer with you. Aaaamiin

Do'a Awal Tahun
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اَللَّهُمَّ اَنْتَ اْلاَ بَدِيُّ الْقَدِيْمُ اْلاَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرَمِ جُوْدِكَ الْمُعَوَّلُ وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ اَقْبَلَ اَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَ
اَوْلِيَائِهِ وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ اْلاَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ وَاْلاِشْتِغَالِ بِمَا يُقَرِّبُنِى اِلَيْكَ زُلْفَى يَاذَالْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ وَصَلَى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

lafal latin: Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa ‘aalihi wa shahbihii wa sallam. Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwalu, wa ‘alaa fadhlikal-’azhimi wujuudikal-mu’awwali, wa haadza ‘aamun jadidun qad aqbala ilaina nas’alukal ‘ishmata fiihi minasy-syaithaani wa auliyaa’ihi wa junuudihi wal’auna ‘alaa haadzihin-nafsil-ammaarati bis-suu’i wal-isytighaala bimaa yuqarribuni ilaika zulfa yaa dzal-jalaali wal-ikram yaa arhamar-raahimin, wa sallallaahu ‘alaa sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa shahbihii wa sallam
Artinya: Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah tetap melimpahkan rahmat dan salam (belas kasihan dan kesejahteraan) kepada junjungan dan penghulu kita Muhammad beserta keluarga dan sahabat Beliau. Ya Allah! Engkau Dzat Yang Kekal, yang tanpa Permulaan, Yang Awal (Pertama) dan atas kemurahan-Mu yang agung dan kedermawanan-Mu yang selalu berlebih, ini adalah tahun baru telah tiba: kami mohon kepada-Mu pada tahun ini agar terhindar (terjaga) dari godaan syetan dan semua temannya serta bala tentara (pasukannya), dan (kami mohon) pertolongan dari godaan nafsu yang selalu memerintahkan (mendorong) berbuat kejahatan, serta (kami mohon) agar kami disibukkan dengan segala yang mendekatkan diriku kepada-Mu dengan sedekat-dekatnya. Wahai Dzat Yang Maha Luhur lagi Mulia, wahai Dzat Yang Maha Belas Kasih!

Senin, 26 Agustus 2019

Cara Sehat Menurunkan Berat Badan

sumber: esc-asia.com

Oleh: Syafriana Sitorus

Memiliki berat badan yang ideal dan sehat merupakan dambaan setiap orang khususnya kaum perempuan. Berat badan yang ideal bisa dilihat dari ukuran Indeks Masa Tubuh (IMT) yaitu antara berat badan, tinggi badan dan umur. Adakalanya seseorang mudah sekali naik berat badannya tapi buat sebagian yang lain sangat susah sekali dan butuh usaha keras untuk menaikkan berat badan (termasuk saya :D).
Berat badan yang berlebihan bisa beresiko untuk terjadinya obesitas. Obesitas berasal dari kata “Obese” artinya lemak tubuh yang melebihi (diatas) ketentuan normal. Menurut WHO (World Health Organization) bahwa Obesitas adalah bentuk abnormalitas atau akumulasi lemak yang berlebihan yang dapat mempengaruhi kesehatan. Obesitas sekarang menjadi masalah kesehatan utama di negara maju dan berkembang. Hal ini dikarenakan ketika seseorang dikategorikan obesitas maka mempermudah timbulnya penyakit – penyakit degeneratif lainnya seperti jantung koroner, hipertensi, stroke, dan lain-lain (Kebetulan lagi penelitian tentang ini, jadi banyak baca dan obesitas adalah faktor resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) ini) . Oleh sebab itu, perlu bagi kita untuk mengetahui tata laksana untuk menurunkan berat badan yang sehat sehingga imunitas tidak terganggu.

Adapun cara sehat untuk menurunkan berat badan yaitu:

Seringlah Makan Makanan Berserat
Makanan berserat adalah makanan yang dapat melancarkan sistem pencernaan (gastrointestinal). Makanan berserat juga banyak mengandung zat-zat gizi terutama vitamin yang diperlukan oleh tubuh. Contoh makanan berserat yang baik dikonsumsi setiap hari oleh orang yang ingin menurunkan berat badan seperti sayuran dan buah-buahan. Apabila ada riwayat asam lambung, hindari buah-buahan yang dapat menaikkan asam lambung seperti mangga, nenas, jeruk, dan lain-lain.
Makanan berserat berfungsi untuk menjaga perut tetap kenyang, sehingga seseorang mungkin cenderung akan makan makanan yang berserat lebih sedikit pada setiap kali makan. Manfaat lain yaitu untuk menurunkan berat badan yang berlebihan karena banyaknya penumpukan zat karbohidrat dan lemak yang tidak dapat dicerna. Karbohidrat dan lemak yang tidak dapat dicerna ini dibuang lewat tubuh melalui serat yang mengikat atau membawa kotoran dan lemak bersamanya. Hal ini bisa membuat turunnya akumulasi lemak dalam tubuh, sehingga dapat menurunkan berat badan.
Banyaklah Minum Air Putih
Air putih merupakan minuman yang sangat baik untuk kesehatan. Tanpa kandungan atau tambahan zat apapun didalamnya, membuat air putih sangat diperlukan oleh tubuh khususnya organ-organ penting yang 70% dialiri oleh air. Air putih dapat membuatnya tetap bersinar, menjaga kehalusan kulit anda, membantu melancarkan pencernaan, dan juga membantu menekan nafsu makan anda. Konsumsi air putih yang dianjurkan per harinya adalah 2 liter/ 8 gelas.

Olahraga Teratur Minimal 2-3 Kali Seminggu (doc.Pribadi Kak Fina)
Seringlah Berolahraga
Olahraga merupakan suatu aktivitas fisik yang dapat membantu melancarkan dan menstimulus kerja organ-organ vital dalam tubuh manusia. Olahraga bisa dilakukan sebagai penyeimbang antara asupan makanan yang dikonsumsi dengan aktivitas yang dilakukan oleh orang yang mempunyai berat badan berlebih. Olahraga yang bisa dilakukan seperti jogging, bersepeda, senam, berenang, bermain futsal, bulu tangkis, dan lain-lain. Olahraga ringan tersebut bisa dilakukan selama empat puluh menit setiap harinya.
Bagi kalian yang ingin mencari cara diet untuk menurunkan berat badan 10 Kg dalam dua minggu, saya sarankan agar sebaiknya membuang ide semacam itu karena cara itu sangat tidaklah sehat. Sebagai gantinya, anda dapat menjalankan diet yang sehat seperti yang disebutkan diatas karena diet itu dapat dilakukan secara rutinitas selamanya dan akan menghasilkan penurunan berat badan yang secara bertahap. Jadi terapkan tips-tips diatas mulai sekarang juga pada kehidupan anda agar bisa mendapatkan tubuh yang sehat, langsing dan fit!
Jalankan Sebuah Diet Yang Seimbang
Untuk menurunkan berat badan secara sehat, sebuah keseimbangan dalam diet harus diperhatikan. Diet yang seimbang maksudnya adalah mengkonsumsi makanan yang memenuhi 5 komponen penting zat gizi mikro yang diperlukan per harinya seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral namun dengan porsi yang cukup dan zat gizi makro seperti kalsium, magnesium, natrium, dan lainnya. (So, hilangkan persepsi makan nasi setiap kali makan ya.)
Kurangi Konsumsi Protein dan Lemak
Makanan Tinggi Lemak yang Menggoda
(doc. Pribadi)
Makanan yang mengandung protein tinggi sepeti daging, telur, brokoli dan ikan adalah sebuah keharusan dalam menu makanan seseorang.  Protein membantu membentuk otot dari lemak-lemak dan itu bisa membantu proses penurunan berat badan. Lemak sehat seperti yang ditemukan di dalam minyak zaitun (olive oil) sangat dibutuhkan oleh tubuh kita agar bisa tetap dalam kondisi sehat. Jadi, tambahkan makanan jenis ini untuk menurunkan berat badan sebesar 10 Kg.
Makanlah Makanan Rendah Kalori
Banyak diet untuk  menurunkan berat badan merekomendasikan seseorang agar jangan mengkonsumsi karbohidrat agar dapat menurunkan berat badan. Bagaimanapun juga, ini bukanlah cara sehat untuk menurunkan berat badan. Karbohidrat adalah bagian penting dari keseimbangan dalam berbagai makanan, ia memberikan tubuh kita energi untuk melakukan tugas harian kita. Malahan seseorang harus memasukan karbohidrat kompleks kedalam menu makanannya seperti yang ditemukan di beras merah, nasi, cereal, roti gandum, dll.
Anda akan terkejut jika tahu ada beberapa makanan tertentu yang mengandung kalori jauh lebih rendah dari yang diperlukan oleh tubuh untuk mencernanya! Jadi, tambahkan makanan semacam ini kedalam menu makanan diet anda setiap hari yaitu seperti tomat, ketimun, apel, kubis, selada, lobak, kol kembang, wortel, persik, anggur, semangka dan lemon.
So, hijab healties, ini berlaku untuk semua jenis kelamin ya. Adakalanya rutin cek IMT deh. Bisa dihitung manual atau dari google (tinggal masukkan berat badan dan tinggi badan). Jadi bukan lagi asumsinya “Sehat harus Gemuk ya, Tetapi ideal lah yang penting”. Semoga bermanfaat. Don’t forget to share with your friend. It can also help their diet program.

Sabtu, 24 Agustus 2019

Saatnya Indonesia Bebas TBC, TOSS!


Sumber: Kemenkes RI
Oleh: Syafriana Sitorus

Senin, 14 Agustus 2019 , saya mendapatkan kesempatan untuk menghadiri “Seminar Hari TBC Se-Dunia” yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara di Hotel Grand Antares Medan.  Saya beruntung sekali mendapatkan undangan ini dari salah satu dosen saya di FKM USU (Beliau sangat peduli sekali terhadap “improvement” alumninya). Kebetulan, jadwal saya tidak ada hari tersebut, saya pun hadir bersama salah satu asisten peneliti juga (Nurhasanah).

Kegiatan ini mengusung tema “ Saatnya Indonesia Bebas TBC” dengan sasaran peserta lintas sektor terdiri dari Penanggungjawab TB di Puskesmas, Akademisi/ kampus kesehatan, Ibu PKK, NGO Aisyiyah, PESAT (Pejuang Sehat Bermanfaat), mantan pasien TBC, Tokoh Agama dan Masyarakat, Kader, Rumah Sakit, Dinas Kesehatan Kota dan lintas sektor terkait lainnya di wilayah Sumatera Utara.

 Acara dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara yang baru saja dilantik, dr. Alwie Mujahid, M.Kes menggantikan Drs. Agustama, APT, M.Kes. Beliau memaparkan keadaan kasus TBC di Indonesia yang sangat mengkhwatirkan. Indonesia berada diurutan ke 3 tertinggi kasus TBC Se-Dunia setelah India dan China. Ini bukan suatu prestasi yang perlu dibanggakan. Dari dulu sampai sekarang, kasus ini masih terus ada. Beliau mengatakan sangat terbuka terhadap masukan yang dibeirkan masyarakat terutama di awal kepemimpinannya yang perlu banyak masukan dari lintas sektor untuk menuntaskan permasalahan kesehatan di SUMUT.
Saya mengutip quote beliau,
“SUMUT daerahnya besar dan luas. Namun kita masih tertinggal termasuk masalah kesehatan. Posisi kita masih dibawah. Kita semua perlu bersama untuk menjadikan SUMUT berMARTABAT. Pertemuan lintas sektor seperti ini akan mengurangi kasus di lapangan”.

Pemaparan dari Kepala Seksi P2P Dinkes Prov.SU (dr. Yulia Mariani, M.Kes) memaparkan Data bahwa 48% Case Death Rate/ CDR TBC. Sementara Sumut ada 72,6% Proporsi Penderita TB <6 bulan yang minum obat secara rutin). Hasil Riskesdas Tahun 2018 yang saya telusuri bahwa kasus banyak terjadi di umur <1 tahun (94% dari 7 orang diwawancarai) dan pada perempuan (70,1% dari 686 yang diwawancarai).

Selain itu, fakta lainnya 842.000 Estimasi jumlah kasus, 552.034 Notifikasi kasus, 89% Kebersalinan pengobatan, 34% kasus belum terlaporkan, 4400 TB RO, 52.929 TB Anak, dan 7.729 TB-HIV. Komplikasi kasus TBC menyebabkan penyakit ini menjadi resisten dan menyerang banyak orang secara perlahan-lahan (Silent Killer Disease).

Hal ini tidak hanya menjadi tugas dari pemerintah saja, tetapi diperukan kepedulian dan kontribusi masyarakat seperti “Community TB-HIV Care Aisyiyah” yang hadir di Indonesia termasuk Sumut. Organisasi ini beralamat di Jalan SM.Raja No. 136 Medan diketuai oleh Hj. Elynita dan Koordinatornya Sri Maharani, SE, M.Ak.
Berkecimpung di LSM ini, Sri Maharani mengungkapkan banyak hal yang telah dilakukanya bersama tim diantaranya: (a) Penanganan Kasus TB/ Case Holding yaitu mendampingi pasien TB dan memotivasinya minum obat sampai sembuh, (b) Pelatihan Kader-kader yang tersebar di beberapa Kab/Kota Sumut, (c) Kampanye program di Media cetak dan elektronik, (d) Advokasi daerah, (e) Koordinasi lintas sektor (Dinas kesehatan dan puskesmas), (f) Pelatihan Pasien Supporter di Rumah Sakit Haji, (g) Inspeksi Kasus yang dilakukan sekitaran rumah pasien TB serta (h) Monitoring kader berdasarkan hasil laporan.

Banyak suka dan duka yang mereka rasakan dan tantangan ketika di lapangan. Sinergitas sangat diperlukan selama prose situ sehingga LSM Aisyiyah masih tetap eksis samapai sekarang.

Well, All readers. Sebenarnya apa sih TBC Itu? Don’t worry, I’ll Explain it to you guys. Actually, materi ini sudah tidak asing lagi karena saya banyak terlibat penelitian terkait TBC termasuk skripsi saya dan project saya dari NGO (NonGoverment Organization) JKM (Jaringan Kesehatan/Kesejahteraan Masyarakat) di Wilayah Deli Serdang dan Serdang Bedagai Tahun 2014 lalu.

Berikut hasil rangkuman yang saya buat setelah pemaparan materi inti dari beberapa narasumber:

1.      Tuberkulosis Paru dan Permasalahannya oleh Dokter Spesialis Penyakit Paru Rumah Sakit Haji Medan (dr. Parluhutan Siagian, Sp.P(K)).
Gejala-Gejala TBC (Sumber: Perdhaki.org)
Tuberkulosis dikenal dengan TBC atau TB merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Microbacterium tuberculosis. Bakteri ini bisa hidup di seluruh organ tubuh manusia yang dialiri darah kecuali kuku dan rambut. Jadi, TBC bukan hanya pada paru saja, tetapi bisa menyerang tulang, kelenjar, otak, dan lainnya.
Kita perlu waspada guys, sebab Bakteri TB ditularkan melalui udara (inhalasi) apabila seorang pasien TB aktif batuk, ketawa, bersin atau menyanyi. Bakteri tersbut bisa bertahan juga ditempat tertutu yang gelap dan lembab dalam beberapa jam hingga bulan. Namun, bakterinya akan mati jika terkena Sinar Ultraviolet Matahari.
So, lingkungan yang lembab dan gelap tadi akan mempercepat proses penularnya. Makanya, kita disarankan untuk memiliki ventilasi di rumah agar sinar matahari bisa masuk. Selain itu, terapkan 5 etika batuk (gunakan masker, menutup hidung dan mulut dengan lengan/ sapu tangan/ tisu, cuci tangan dengan air bersih dan sabun serta membuang tisu yang telah dipakai).

Dr. Parluhutan juga mengatakan bawah 1 orang TB Aktif bisa menularkan ke 10-15 orang terdekatnya dalam 1 tahun (setiap orang pasti sudah memiliki bakteri ini didalam tubuhnya). Apalagi penderita TB yang tidak diobat, akan memperluas jumlah orang yang tertular. Gejala-gejala TBC akan muncul apabila daya tahan seseorang tersebut menurun. Allright, Apa saja gejalanya? (PERHATIKAN GAMBAR)

Jenis-Jenis Pengobatan TBC 
Apabila seseorang telah terkena TBC, diwajibkan untuk meminum OAT (Obat Anti Tuberkulosis) selama 6 bulan yang terdiri dari 2 bulan (Obat Warna Merah) dan 4 bulan (Obat Warna Kuning). Namun terlebih dahulu, akan dilakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium (cek dahak/ sputum). Pemeriksaan dan pengobatan tersebut didapatkan secara GRATIS di Puskesmas dan Rumah Sakit. Jadi, pasien TBC tidak perlu khawatir karena tidak punya BPJS. Pengobatan ini juga berlaku untuk pasien TBC-MDR (Multi Drugs Resistant). Penjelasannya bisa dilihat dari gambar disamping.
“Taat Berobat = SELAMAT, Terlambat Berobat = KUMAT, dan Tak Berobat= TAMAT”


2.      Pengalaman pasien sembuh dari TBC dari PESAT (Listiani Ketaren)
Seorang perempuan dengan millennial style mendekati layar persentasi dan memulai pembukaan dengan kisahnya berjuang selama 9 tahun dari TBC. Semua peserta mendengarkan dengan cermat perjalanan panjang beliau termasuk saya. Melihat dari postur tubuhnya, mungkin anda bisa tidak percaya bahwa beliau adalah mantan TBC karena tidak seperti tubuh penderita TBC pada umumnya yang terlihat kurus atau bahkan tidak bisa mengangkat tubuhnya lagi.

Kisahnya berawal dari tahun 2007 saat gejala-gejala diatas muncul. Makin lama terasa semakin menyiksa. Beliau dan keluarganya telah berobat ke berbagai pengobatan termasuk praktek dokter spesialis yang tidak murah namun hasilnya tidak sembuh. Bahkan sampai ke Dukun dan Kaki Gunung Sinabung. Salah satu dokter telah memvonis bahwa perlu dilakukan amputasi paru-paru.

Listiani menceritakan kisahnya dan mengenalkan PESAT
Pada Tahun 2013, Listiani telah didiagnosa TB-MDR. Dia pun berinisiatif untuk mencari informasi terkait penyakitnya. Hal ini membuka hatinya untuk patuh menjalani pengobatan karena masih ada harapan untuk sembuh. Tekatnya begitu kuat dengan keluarga yang selalu mendukung secara materi. Selama 21 bulan, Listiani tidak berada di lingkungannya namun mengasingkan diri sehingga proses pengobatan bisa dijalani lebih fokus.
“16 Butir obat saya telan semua dan Senin sampai Jum’at saya selalu disuntik. Itu berlangsung 21 bulan dengan efek samping yang tidak mudah. Bukan hanya mual dan muntah saja yang saya rasakan, saya tidak bisa berjalan dan pendengaran saya terganggu akibatnya. Tetapi saya tetap semangat menjalaninya. Saya ingin sembuh”, Tuturnya

Tahun 2015, Dia telah selesai pengobatan dan dinyatakan sembuh (tetap kontrol setiap 6 bulan). Berdasarkan pengalamannya, ia tidak mau lagi oranglain merasakan apa yang dia rasakan, Listiani bersama mantan penderita TBC lain yang berada di Kota Medan mendirikan Komunitas bernama PESAT (Pejuang Sehat Bermanfaat) pada 15 Juni 2015 dan telah berbadan hukum. Sampai sekarang, komunitas ini berperan aktif di masyarakat termasuk di pelayanan kesehatan. Adapun kegiatannya yaitu Pendampingan pasien/ home visit, Hospital visit, puskesmas visit, FGD/focus group discussion dan membantu pengurusan dana enabrer. Sebelum ke lapangan, mereka dibekali pelatihan dan perlindungan juga agar tidak terkena TBC lagi.
Mereka memahami pentingan dukungan dan motivasi orang sekitar untuk pasien TBC karena pengobatannya tidak cepat dan efek yang ditimbulkannya. Walaupun mereka juga berpeluang untuk kambuh, tetapi belajar dari pengalaman, mereka akan lebih hati-hati lagi ketika dilapangan.
“Pasien yang berjuang perlu dirangkul, tidak dijauhi oleh masyarakat”, ungkapnya.

Kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan dalam menuntaskan masalah TBC di Sumut. Sebagai praktisi kesehatan, sudah menjadi tanggungjawab saya menularkan ilmu karena TBC bisa menyerang segala jenis umur, kelompok, jenis kelamin dan status sosial. Bagi anak yang baru lahir, perlu mendapakan Imunisasi BCG untuk mencegah penyakit ini. The Last, readers, sudahkan peduli kesehatan anda dan lingkungan anda?
Let’s prevent and TOSS (Temukan Obati Sampai Sembuh) TBC!!!


Selasa, 20 Agustus 2019

Tidak Perlu Bingung Buat "Motivation Letter"

Internship Team From Various University
Seiring era digital, dokumen penting tidak repot lagi mengarsipkan atau bahkan membuatnya. Kita tinggal "simpan" dikomputer/ laptop dan dapat digunakan kembali untuk keperluan lain. Bahkan beberapa perusahaan/ instansi tidak lagi menerima "dokumen kertas" yang dikirim ke kantornya sebagai salah satu persyaratan menjadi pegawai disana. Mereka hanya meminta dokumen tersebut dikirimkan lewat email (softcopy file) termasuk "Motivation letter".  

Kalian juga bisa mencari contoh untuk pembuatan motivation letter (MoL) lagi. Jadi jangan malas ya readers. Hal yang perlu kalian pahami sebelum membuat MoL yaitu kenali perusahaan/ instansi yang kali tuju. Apakah mereka meminta dokumen ini atau tidak (istilahnya, jangan sok kepintaran yak!). Hal ini akan menggambarkan diri kalian dari sebuah file bernama "Motivation Letter". Berikut contoh MoL saya yang lulus seleksi nasional untuk penerimaan Beasiswa Magang INDOHUN di Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dimana Menterinya saat itu adalah Ibu Puan Maharani. Beberapa teman saya menggunaka MoL dalam bahasa inggris tergantung universitas asalnya (Indonesia atau Luar Negeri). Jadi harus membaca persyaratannya dengan betul-betul ya guys. 

dokumen pribadi: syafriana sitorus


MOTIVATION LETTER

Yth.
Panitia Seleksi Magang Kemenko PMK RI
INDOHUN

Surat pernyataan motivasi ini saya tulis untuk mengekspresikan minat saya dalam melamar sebagai staff magang yang dilaksanakan oleh INDOHUN di Kemenko PMK RI (Kementerian Kooordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) khususnya untuk bidang “One Health” pada periode magang bulan Oktober 2016.
Ketertarikan saya dilandasi atas latar belakang pendidikan saya di bidang Kesehatan Masyarakat, dengan pendidikan yang telah saya tempuh selama 3,5 tahun (2012-2016) di FKM USU. Sehingga saya berhasil mencapai gelar ‘Sarjana Kesehatan Masyarakat’ dengan predikat ‘Sangat Memuaskan’. Banyak hal yang telah saya pelajari selama masa perkuliahan sehingga kelulusan tersebut diraih bukan sekedar menjadi mahasiswa tetapi dengan berbagai pengalaman organisasi, training, seminar, kepanitiaan, kepenulisan, dan penelitian yang saya ikuti (terlampir di Curriculum Vitae saya).
Tujuan saya mendaftar magang di Kemenko PMK RI yaitu untuk belajar lebih banyak mengenai administrasi dan kebijakan kesehatan serta penyakit menular dan tidak menular di lembaga pemerintahan ini. Hal tersebut sangat berguna untuk karir saya kedepannya dan manfaatnya di lingkungan masyarakat sehingga Derajat Kesehatan (Quality of life)  dan Indek Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) di Indonesia meningkat, penyakit menular dan tidak menular bisa dicegah serta akses pelayanan kesehatan terjangkau dan diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat.
Saya telah membaca visi dan misi Kemko PMK dan struktur organisasinya sebagai tambahan pengetahuan saya. Pada bagian “Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan”, saya bisa mengambil peran sesuai dengan kualifikasi yang saya jelaskan diatas khsususnya pada bagian “Asisten Deputi Pelayanan Kesehatan” atau “Asisten Deputi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit”. Posisi magang tersebut sangat erat kaitannya dengan visi INDOHUN “One Health” mengenai ‘Health Policy and Administration’ dan ‘Zoonotic and Communicable Disease’.
Saya bisa bekerja tim dalam setiap pemecahan kasus-kasus kesehatan masyarakat berdasarkan pengalaman saya dalam penelitian dan materi-materi yang telah saya pelajari. Saya mampu bekerja keras dan bersosialisasi dengan lingkungan saya. Besar harapan saya, bisa bergabung dan belajar banyak di Kemenko PMK RI ini.
Sekian dan terima kasih. Semoga Bapak/Ibu panitia seleksi magang Kemenko PMK RI dari INDOHUN dapat mempertimbangkannya. Wassalam.
                                                                                              Medan, 26 September 2016
Hormat Saya,


(Syafriana Sitorus, SKM)


*Noted: Cerita keseharian selama berada di wilayah kementerian, saya post di blog ini juga. Kami disebar dibeberapa Kementerian dan Lembaga yang dipilih dari berbagai Universitas di Indonesia dan Dunia yang merupakan Warga Negara Indonesia. Selamat membaca. 

Kamis, 15 Agustus 2019

Contribution of Youth in Sustainable Development Goals (SDG's)

SDG's GOALS (www.un.org)
The SDGs' (Sustainable Development Goals) position health as a key feature of human development in a more integrated manner than was the case for the MDGs (Millennium Development Goals), emphasizing the fact that social, economic and environmental factors influence health inequalities, in turn, benefit from a healthy population. SDG’s has 17 goals and 169 targets, including one specific goal for health with 13 targets, have many linkages and cross-cutting elements, reflecting the integrated approach that underpins the SDGs.  
Looking at 15 years ago at the trends and positive forces during the MDG era, many achievements and innovations were got like health system and technology, medicine and tools, etc. it could be felt everyone and become commitment all involved countries. Therefore, some of MDG’s targets (1990 – 2015) are not achieved like : Under five mortality rate is 53% (target 67%) and Maternal Mortality Ratio is 44% (target 75%), antenatal care coverage is 88% (target 100%). It was global challenges treat exhaustively. Beside that, the main health areas that are prominent in the health goal of the SDGs: UHC (Universal Health Coverage); reproductive, maternal, newborn, child and adolescent health; infectious diseases; noncommunicable diseases (NCDs); mental health and substance abuse; and injuries and violence .It is still a “Homework” for all countries.  That’s why there’s a Goal to make sure everyone has health coverage and access to safe and effective medicines and vaccines (The Third Target).
So, How can youth make the contribution for SDG's goals? You don't need to do all of them. Choose one, then do it! It's pretty important than nothing to do. As like this quote :
"You live once, But You have the way of repeatedly making changes in your youth", My Quote for Celebrating 'International Youth Day on August 12, 2019'


The 5th Pencerah Nusantara Team was spread all over Indonesia with Ministry of Health and CISDI

Pencerah Nusantara is a youth program with objective to improve the quality of public health by strengthening the primary health care system in remote and border health centers (especially for the decline of Maternal and Infant Mortality, Malnutrition / Lacking / Stunting, and equitable distribution of government health insurance/ BPJS). It is opened for all professions especially health practitioners (doctors, nurses, midwives, nutritionists, public health experts, sociology, etc). They will be separated in some Remote and Borders Areas for a year by exploring cultures that affect the health of the local community.


Giving Vitamin A (February and August)
Mission of Pencerah Nusantara are (a) Finding innovators and smart practices at the grassroots level, (b) Meeting  the needs of health and non-health workers at primary health care centers, (c) Strengthening the primary health care system in Indonesia both creative and innovative breakthroughs, (d) Changing people's paradigm and behavior towards health, and (e) Be a place for Indonesian youth who wish to serve and contribute to development. This program can be adapted other country as the solution in involving youth to contribute for health development (The 3rd targets: Promote physical and mental health and well being). That’s all can be achieved by access and universal health coverage to quality health care. No one must be left behind. No gaps that occur in the world especially in areas with limited access, energy, and natural resources. 
This is just highlight which I choose for celebrating 'International Youth Day' and reminding me that I must not stop to do "something" around of me. I got many experiences and knowledge which related on my daily and passion. Ultimately, the choice is yours (17 goals). *** ig@sitorussyafriana

Rabu, 07 Agustus 2019

Tips Tampil Percaya Diri Di Depan Umum


Salah satu siswa SD Kebon Pelok Cirebon Berani Tampil Ke Depan
Oleh: Syafriana Sitorus 
Tampil percaya diri di depan umum merupakan keinginan setiap orang. Oleh sebab itu, banyak juga terdapat kursus-kursus yang melatih “Public Speaking” untuk bisa tampil di depan umum. Sebab, kebanyakan orang menganggap tampil percaya diri di depan umum perlu pelajaran seperti pelajaran formal lainnya. Namun, sesungguhnya hal tersebut muncul dari diri sendiri.
Percaya diri (Self confidence) merupakan kemampuan yang sangat penting dalam diri manusia dan harus selalu diasah agar terus meningkat dalam keadaan, tempat, dan waktu apa pun. Rasa percaya diri membuat proses sosialisasi antara manusia berjalan dua arah. Mereka yang gugup dan tertutup mencerminkan pribadi yang “Tidak Percaya Diri” sehingga biasanya sulit untuk tampil atau mengekspresikan diri secara bebas dan berstruktur dari gerak-gerik maupun tutur kata di depan umum.
Percaya diri bukan merupakan sifat yang diturunkan tetapi sesuatu yang secara alami bisa diperoleh jika terus belajar. Sehingga setiap orang mempunyai peluang yang sama untuk bisa tampil di depan umum dengan memukau. Pembicara seminar, Motivator, dan Trainer merupakan contoh pekerjaan yang memerlukan rasa percaya diri untuk berbicara dan berinteraksi dengan khalayak ramai. Mereka terus terlatih ketika berkali-kali tampil dalam keadaan yang berbeda-beda.
Bahkan seorang Perdana Menteri Britania Raya sekelas Winston Churchill pun mempersiapkan dirinya selama berhari-hari saat harus berbicara di depan parlemen Inggris. Ia juga merasakan hal yang sama dengan manusia pada umumnya, kegugupan. Untuk mengatasinya bahkan ia pernah berlatih dengan memasukkan batu kerikil ke dalam mulutnya hanya untuk melatih artikulasi yang baik saat belajar berpidato.
Adapun 10 tips sederhana yang bisa dilakukan untuk bisa tampil percaya diri di depan umum yaitu:
1.      Selalu berpikir positif
Berpikir positif merupakan awal dari terciptanya rasa percaya diri. Kendalikan diri Anda dari pikiran buruk dan katakan dalam diri Anda jika semuanya pasti bisa dilalui dengan baik, bahkan badai sekalipun. Ketika di depan umum, maka bayangkan ribuan pasang mata hanya fokus pada anda dan anda adalah “terbaik”. Jadi hailangkan rasa takut dan suara-suara negatif yang terkadang muncul dalam diri Anda kemudian gantikan dengan kalimat yang positif seperti, "Semangat, pasti bisa" atau dalam kalimat Jepangnya “Ganbareba, dekiru!” lalu atur nafas perlahan-lahan.
2.      Bangkitkan motivasi diri
Memotivasi diri sama dengan menyemangati diri terhadap semua pekerjaan yang dilakukan agar bisa mendapatkan hasil yang diinginkan. Ibarat menjalankan sepeda, gigi sepeda merupakan alat penting agar sepeda bisa didayung. Sama dengan percaya diri yang tidak akan hadir jika diri sendiri tidak dimotivasi.
3.      Selalu tersenyum
Mengatasi rasa gugup dan tidak percaya diri adalah dengan cara melemparkan senyuman ke orang-orang di hadapan Anda. Sebuah senyuman yang tulus dapat membuat diri Anda merasa jauh lebih baik karena dapat menimbulkan perasaan positif. Senyum menurun survei bisa memperlancar anda melakukan sesuatu dengan percaya diri.
4.      Interaksi mata dengan lawan bicara
Interaksi mata dengan lawan bicara maksudnya memberikan tatapan tegas atau meyakinkan orang-orang dimana anda tampil. Hendaknya interaksi mata hendaknya diikuti dengan tersenyum dan mimik wajah yang meyakinkan sehingga audiens (pendengar) tertarik melihat penampilan anda. Maka rasa percaya diri anda akan bertambah. Cara ini juga berlaku saat wawancara kerja. Jangan menundukkan kepala saat berbicara ataupun menatap dengan tatapan yang kosong. Cara ini mampu menghilangkan rasa takut dan mengusir rasa tidak percaya diri Anda. Dengan berinteraksi dengan audiens, Anda tidak akan merasa terintimidasi maupun rasa stres yang datang seketika pada saat Anda berbicara di depan umum.
5.      Jadilah diri sendiri
Anda tidak perlu contoh atau figure untuk bisa percaya diri karena menjadi diri sendiri akan memberikan karakter tersendiri untuk anda. Ciri tersebutlah yang akan diingat oleh audiens. Sebab, setiap orang adalah pribadi yang unik dan berbeda. Menjadi berbeda itulah nilai plus Anda. Jadilah diri sendiri yang tampil apa adanya, tanpa dibuat-buat atau berpura-pura namun tetap terkonsep dengan baik.
6.      Lawan rasa rendah diri
Orang yang selalu merasa rendah diri tidak akan bisa tampil di depan umum. Walaupun setiap manusia memiliki kekurangan, tetapi usahakan agar kekurangan tersebut justru menjadi kelebihan dan ciri khas anda.
7.      Niatkan memberikan yang “terbaik”
Niat merupakan titik awal dalam suatu kegiatan. Semua yang anda lakukan akan mendapatkan hasil yang terbaik jika niat anda ikhlas dengan keyakinan kuat atas niat-niat tersebut.
8.      Mulailah dengan berdo’a
Awalilah segala sesuatu dengan doa sebelum anda tampil di depan umum. Berdoa merupakan tindakan yang positif yang bisa membantu Anda untuk melalui segala masalah, bahkan di saat situasi tersulit sekalipun. Serta yakinlah, Tuhan akan mendengarkan do’a-do’a anda dan mengabulkannya.
9.      Jangan takut berbuat kesalahan
Kesalahan merupakan hal yang lazim dialami setiap manusia. Tak ada manusia yang sempurna yang benar-benar luput dari kesalahan. Namun, kesalahan tersebut bisa diminimalisir. Kendalikan diri Anda dan segeralah meralatnya, kemudian alihkan topik dan jangan berfokus pada kesalahan yang barusan Anda buat.
10.  Seringlah berlatih bicara sendiri
Sering berlatih bicara sendiri seperti di depan cermin bisa membantu anda meningkatkan rasa percaya diri dan melatih suara anda agar “Lantang, artikulasi jelas dan berstruktur”. Tujuannya agar audiens tertarik dan paham apa yang anda sampaikan. Serta usahakan untuk tidak terlalu cepat berbicara karena hal tersebut bisa membuat suasana menjadi ribut dan akan mengganggu konsentrasi anda. 
Mulai sekarang, apakah anda bisa menumbuhkan rasa percaya diri tersebut????

Selasa, 06 Agustus 2019

Perlukah Gadget Untuk Anak?

senyum ceria tanpa gadget


Oleh: Syafriana Sitorus

Kemajuan teknologi di Abad 21 terus meningkat seiring dengan inflasi dari kurva permintaan masyarakat akan suatu barang. Inovasi- inovasi terus diadakan untuk menghasilkan suatu produk yang baru dan memudahkan masyarakat dalam melakukan suatu pekerjaan. Satu per satu produk/ program bermunculan mulai dari inovasi Smartphone.

Salah satu produk abad ini yang sangat menarik perhatian masyarakat adalah Gadget, yang merupakan piranti gengaman dengan paket lengkap berkomunikasi, berinteraksi dan beredukasi. Bentuknya yang simple dan unit dengan layar sentuh, terlihat elegan dan dimanfaatkan sebagai pengganti handphone atau komputer karena mudah dibawa kemana-mana. Sehingga tak heran jika gadget memiliki jumlah peminat yang terus bertambah. Perangkat ini juga didukung oleh program-program yang setara dengan komputer dengan sistem android seperti Facebook, Twitter, Line, Instagram, Microscoft Office, Desain Grafis, Games, dan lain- lain.

DUA SISI GADGET
Jika dilihat di sekolah, pusat perbelanjaan, dan di taman kota, Anak-anak dengan gadget adalah pemandangan yang tidak langka lagi. Anak-anak tersebut terlihat asyik dan lincah bermain game di gadgetnya dan sebagian lain memainkan sosial media. Bahkan mereka tidak lelah berjam-jam duduk tanpa melakukan aktivitas lain. Mengutak-atik dan mencoba hal-hal baru sehingga sering kali pekerjaan lain terabaikan.

Menurut survey yang dilakukan sepanjang tahun 2013 dan di awal tahun 2014, gadget sudah menjangkau segmen pasar anak-anak yaitu remaja, anak usia sekolah dan balita. Serta data yang tercatat di Kementerian Komunikasi dan Informatika, jumlah pengguna gadget di Indonesia sudah mencapai 240 juta unit melebihi jumlah penduduk indonesia yang sekarang berada di kisaran angka 230 juta jiwa dan 65 persen titik fokus daerah berada di pulau jawa dan area perkotaan. Hal tersebut terjadi dengan pehitungan bahwa satu orang memiliki lebih dari 1 gadget sehingga jumlahnya bisa melebihi jumlah penduduk (Merdeka.com).

Sebenarnya angka ini cukup membanggakan Indonesia karena bisa disimpulkan bahwa teknologi sudah menjangkau masyarakat di semua lapisan. Namun, hal ini tidak diimbangi dengan pembangunan atas sektor lain seperti pendidikan dan kesejahteraan ekonomi. Ini disebabkan masyarakat Indonesia yang memiliki sifat konsumtif terhadap produk luar negeri sehingga produk domestik tenggelam tanpa peminat. Tak heran ekonomi Indonesia akhir- akhir ini melemah. Inilah yang menjadikan gadget memiliki dua sisi yang bertolak belakang.

Sisi pertama, penggunaan Gadget dinilai dapat menstimulus indra dan imanjinasi anak, membuat daya kreativitas anak semakin berkembang, mengembangkan kemampuan analisis anak terhadap suatu persoalan, mengembangkan kemampuan bahasa inggris, dan membuat anak cepat tanggap dalam merespon serta sebagai media pembelajaran untuk menyimpan bahan- bahan sekolah.

Sisi kedua, penggunaan Gadget juga bisa mempengaruhi psikologis anak. Kebanyakan orangtua mengakui bahwa mereka memberikan gadget kepada anaknya untuk menemani anaknya bermain ketika orangtua sibuk dengan pekerjaan mereka dan menghindari anak tidak ribut saat ditinggal di rumah. Orangtua lupa bahwa pada hakikatnya seorang anak selalu ingin melakukan dan mencoba hal- hal baru terutama usia 5-19 tahun. Oleh sebab itu, mereka membutuhkan suatu media yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka tanpa banyak menimbulkan efek negatif khususnya pertumbuhan jaringan otak sebagai sistem saraf pusat.

Anak- anak yang telah terpengaruh psikologisnya, mereka tidak memiliki kestabilan emosi. Mereka akan marah jika gadgetnya diambil atau kalah. Mereka juga tidak memperdulikan oranglain yang memanggil ketika sedang asyik bermain games atau sosial media. Berjam- jam lamanya bermain gadget tidak menjadi masalah bagi mereka sehingga masalah kesehatan muncul yaitu gangguan penglihatan. Sehingga anak- anak tersebut sering mengeluh kelelahan mata bahkan beberapa diantara mereka sudah menderita rabun.

MASIH PERLUKAH?
Gadget memang banyak manfaatnya namun masihkah kita mengganggap bahwa produk tersebut juga baik dikonsumsi untuk anak-anak. Fakta-fakta diatas jelas mengungkapkan bahwa perkembangan kecerdasan anak dan media bermain anak tak hanya gadget. Masih banyak media bermain yang lebih aman dan bagus untuk mengembangkan kecerdasan anak. Tokoh-tokoh dunia seperti Bill Gates (Penemu Windows), Charles Darwin (Bapak Biologi), Issac Newton (Penemu Gaya Gravitasi), Kahril Gibran (Penyair), serta tokoh nasional seperti Soekarno (Bapak Proklamator),  BJ Habibie (Doktor Jerman) bisa hidup tanpa gadget namun memiliki kecerdasan yang telah diakui dunia.

Anak balita dan usia dini adalah golongan yang tidak disarankan untuk menggunakan gadget karena akan mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangannya yang berkaitan dengan gelombang magnetik dari produk teknologi ini serta mengganggu konsentrasi yang berkaitan dengan kemampuan motorik anak dalam menerjemahkan stimulus yang masuk. Hal ini dikarenakan games yang cepat berubah polanya sehingga memaksa otak anak bekerja cepat dan berambisi untuk terus menang.

Oleh sebab itu, orangtua berperan dalam mengatur apa yang perlu dimiliki anak dan apa yang belum pantas diberikan. Penerapan aturan untuk anak yang tergantung perlu dengan mengurangi jadwal pemakaian maksimal 14 jam per minggu, jarak pandang mata ke layar gadget minimal 30-35 cm sejajar, melakukan peregangan setiap 15-20 menit sekali agar otot- otot leher dan badan tidak kaku serta memonitoring anak selama menggunakan gadget terhadap aplikasi yang boleh dimasukkan untuk menghindari hal-hal yang bisa terjadi di luar pengawasan orangtua.

Apapun dampak positif dan negatif gadget serta usaha meminimalisir ketergantungan gadget, keputusan anak boleh memiliki gadget kembali lagi kepada orangtua. Orangtua sebagai fasilitator dalam memenuhi fasilitas- fasilitas untuk kehidupan anaknya namun perlu cermat memilih kesesuaian usia dengan fasilitas yang akan diberikan. Komunikasi, Interaksi, dan Edukasi mampu dilakukan oleh orangtua dan anak tanpa ada jembatan yang menghubungkan keduanya. Lantas, bagaimana orangtua menanggapinya? Jika hal ini terus dibiarkan, apakah peran orangtua perlahan akan tergantikan?...

Artikel terpopuler